Tafsir Surat Az Zalzalah Ayat 3 Arab, Latin dan Arti Perkata

Surat Az Zalzalah Ayat 3 Arab, Latin dan Arti Perkata Beserta Tafsir.

وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ

Wa qālal-insānu mā lahā.

dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi dengannya (bumi)?”

Surat Az Zalzalah Ayat 3 Arti Perkata

لَهَاۚمَاالْاِنْسَانُوَقَالَ
lahā.l-insānuWa qāla
iaapamanusiadan berkata

Tafsir Wajiz

dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, “Apa yang terjadi pada bumi ini? Mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya? Apakah ini hari kiamat?”

Tafsir Tahlili

(3) Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengalami dan menyaksikan kejadian yang dahsyat dan membuat terperanjat orang-orang yang melihatnya, berkata, “Apa gerangan yang terjadi pada bumi. Ini belum pernah terjadi sebelumnya?”

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى

“Dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk.” (al-hajj/22: 2)

Sumber: Quran Kemenag RI

Tafsir Quraish Shihab

Dan manusia berkata dengan penuh heran dan takut, “Mengapa bumi tergoncang dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya? Apakah hari kiamat telah tiba?”

Tafsir Al Jalalain

(Dan manusia bertanya) yakni orang yang ingkar kepada adanya hari berbangkit (“Mengapa bumi jadi begini?”) ia mengatakan demikian dengan nada ingkar kepada kenyataan yang sedang mereka alami ketika itu, yaitu keadaan menjelang hari kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir

persaudaraan.” Dan datanglah pencuri, lalu berkata, “Karena inilah tanganku terpotong.” Kemudian mereka membiarkannya dan tidak mengambil sesuatu pun darinya.

Firman Allah Swt:

dan manusia bertanya, “Mengapa bumi (jadi begini)?” (Az-Zalzalah: 3)

Yakni merasa heran dengan keadaannya, padahal sebelumnya bumi tenang, kokoh, serta menetap, dan manusia diam dengan tenang di atas permukaannya. Dengan kata lain, keadaan bumi menjadi sebaliknya, saat itu bumi bergerak-gerak dan mengalami gempa yang dahsyat. Bumi telah kedatangan perintah Allah Swt. yang memerintahkan kepadanya untuk berguncang dengan hebatnya, yaitu gempa yang dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kemudian bumi mengeluarkan semua orang mati yang terkandung di dalam perutnya dari kalangan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian. Saat itulah manusia merasa heran dengan keadaan bumi, karena bumi telah diganti dengan bumi yang lain, begitu pula langitnya; lalu mereka digiring untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Mahamenang.

Tinggalkan komentar