Surat Al ‘Alaq Ayat 7 Arab, Latin dan Arti Perkata Beserta Tafsir.
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
Ar ra’āhustagnā.
ketika melihat dirinya serba berkecukupan.
Surat Al ‘Alaq Ayat 7 Arti Perkata
| اسْتَغْنٰىۗ | رَّاٰهُ | اَنْ |
| stagnā. | r-ra’āhu | An |
| dia serba cukup | ia melihatnya | bahwa |
Tafsir Wajiz
manusia itu benar-benar melampaui batas apabila melihat dirinya serba cukup dengan harta, jabatan, pengikut, dan semisalnya. Apa yang dimiliki membuatnya mudah mengingkari nikmat Allah dan lupa bahwa semua adalah anugerah-Nya.
Tafsir Tahlili
(6-7) Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan.
Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.
Sumber: Quran Kemenag RI
Tafsir Ibnu Katsir
Lihat tafsir ayat 1
Tafsir Quraish Shihab
Sesungguhnya manusia suka melampaui batas dan sombong di hadapan Tuhannya, karena ia memandang dirinya memiliki kekayaan dan harta.
Tafsir Al Jalalain
(karena dia melihat dirinya) sendiri (serba cukup) dengan harta benda yang dimilikinya; ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap Abu Jahal. Dan lafal Ra-aa tidak membutuhkan Maf’ul kedua; dan lafal An Ra-aahu berkedudukan sebagai Maf’ul Lah.