Tafsir Surat Ad Dhuha Ayat 2 Arab, Latin dan Arti Perkata

Surat Ad Dhuha Ayat 2 Arab, Latin dan Arti Perkata Beserta Tafsir.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Wal-laili iżā sajā.

dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

Surat Ad Dhuha Ayat 2 Arti Perkata

سَجٰىۙاِذَاوَالَّيْلِ
sajā.iżāWal-laili
telah sunyiapabiladan malam

Tafsir Wajiz

Dan demi malam apabila telah sunyi dan gelap. Ketika matahari bergeser ke tempat lain, belahan bumi yang ditinggalkannya beranjak tenang dan gelap, menjadi waktu yang tepat untuk istirahat.

Tafsir Tahlili

(1-3) Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri.

Sumber: Quran Kemenag RI

Tafsir Quraish Shihab

Demi malam ketika telah sunyi dan kegelapannya mulai menyelimutinya.

Tafsir Al Jalalain

(Dan demi malam apabila telah sunyi) telah tenang, atau telah menutupi dengan kegelapannya.

Tafsir Ibnu Katsir

dan demi malam apabila telah sunyi. (Adh-Dhuha: 2)

Yakni bila telah tenang dan gelap gulita. Demikianlah menurut Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, Ibnu Zaid, dan lain-lainnya. Hal ini menunjukkan akan kekuasaan Tuhan Yang Maha Pencipta, dan merupakan bukti yang jelas lagi gamblang. Makna ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang. (Al-Lail: 1-2)

Juga sama dengan firman Allah Swt.:

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. (Al-An’am: 96)

Tinggalkan komentar