Surat Al ‘Alaq Ayat 16 Arab, Latin dan Arti Perkata Beserta Tafsir.
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ
Nāṣiyatin kāżibatin khāṭi’ah(tin).
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan (kebenaran) dan durhaka.
Surat Al ‘Alaq Ayat 16 Arti Perkata
| خَاطِئَةٍۚ | كَاذِبَةٍ | نَاصِيَةٍ |
| khāṭi’ah(tin). | kāżibatin | Nāṣiyatin |
| salah/durhaka | pendusta | umbun-umbun |
Tafsir Wajiz
yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan nabi dan durhaka kepada Allah.
Tafsir Tahlili
(15-16) Allah mencela orang yang melarang orang beribadah di dalam masjid, dengan contohnya Abµ Lahab. Allah mengancam bahwa bila mereka tidak menghentikan perbuatannya, Allah akan mencabut ubun-ubunnya, yaitu menarik nyawanya sehingga mati seketika. Hukuman itu dijatuhkan padanya karena ubun-ubun itu adalah denyut kehidupannya, sedangkan denyut kehidupannya itu selalu penuh kebohongan dan dosa.
Sumber: Quran Kemenag RI
Tafsir Ibnu Katsir
Lihat tafsir ayat 1
Tafsir Quraish Shihab
Yaitu ubun-ubun orang yang wajahnya diliputi oleh kedustaan dan kesalahannya.
Tafsir Al Jalalain
(Yaitu ubun-ubun) lafal Naashiyatan adalah isim Nakirah yang berkedudukan menjadi Badal dari isim Ma’rifat yaitu lafal An-Naashiyah pada ayat sebelumnya (orang yang mendustakan lagi durhaka) makna yang dimaksud adalah pelakunya; dia disifati demikian secara Majaz.