Surat Az Zalzalah Ayat 6 Arab, Latin dan Arti Perkata Beserta Tafsir.
يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ
Yauma’iżiy yaṣdurun-nāsu asytātā(n), liyurau a‘mālahum.
Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan
Surat Az Zalzalah Ayat 6 Arti Perkata
| لِّيُرَوْا | اَشْتَاتًا | النَّاسُ | يَّصْدُرُ | يَوْمَىِٕذٍ |
| liyurau | asytātā(n) | n-nāsu | y-yaṣduru | Yauma’iżin |
| untuk mereka lihat | bermacam-macam | manusia | keluar | pada hari itu |
| اَعْمَالَهُمْۗ |
| a‘mālahum. |
| amal-amal mereka |
Tafsir Wajiz
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya untuk menuju tempat hisab, atau beranjak dari tempat hisab itu, dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kondisi mereka beragam; sebagian merasa tenang dan sebagian yang lain begitu gundah dan ketakutan. Mereka digiring dengan gegas ke surga atau neraka untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya yang telah Allah janjikan.
Tafsir Tahlili
(6) Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari terjadinya kerusakan dan kehancuran bagi bumi serta terjadinya alam baru dan hidup baru, muncullah manusia dalam keadaan yang berbeda-beda dan berkelompok. Orang-orang yang beramal baik tidak sama dengan orang-orang jahat. Orang-orang yang taat tidak sama dengan orang yang berbuat maksiat. Mereka muncul untuk diperlihatkan Allah kepada mereka apa yang telah mereka lakukan dan untuk memetik hasil usaha mereka selama hidup di dunia.
Sumber: Quran Kemenag RI
Tafsir Quraish Shihab
Ketika itu manusia bangkit dari kuburnya dan berpencar dengan cepat untuk mengetahui perhitungan dan pembalasan mereka yang telah dijanjikan Allah.
Tafsir Al Jalalain
(Pada hari itu manusia keluar) maksudnya mereka berangkat meninggalkan tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yakni terpisah-pisah; ada yang mengambil jalan ke kanan yaitu menuju ke surga dan ada yang mengambil jalan ke kiri yaitu menuju ke neraka (supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka) maksudnya balasan amal perbuatan mereka, berupa surga atau neraka.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah Swt.:
{سَنُقْرِئُكَ فَلا تَنْسَى}
“Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa.” (Al-A’la: 6)
Hal ini merupakan berita dari Allah Swt. dan janji-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. bahwa Dia akan membacakannya kepadanya dengan bacaan yang selamanya dia tidak akan melupakannya.
{إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ}